Skip to content

Pin Siong, Pak Man, Progo, Oom Pan, Bu Sri, Oom Djing…

21 Juni 2012

Sampai akhir 70-an, rumah makan enak di Salatiga kok sepertinya terbatas. Mungkin karena kota kecil cuma satu kecamatan sembilan kelurahan. Yang top antara lain Pin Siong (nama pemiliknya kalau tak salah Hoo Ping Wong; Jalan Pemotongan), Pak Man (saya tak tahu siapa nama lengkapnya; pindah-pindah tempat, sekarang di Jalan Sudirman seberang tangsi), bakmi  di Jalan Progo, Oom Pan (Jalan Sudirman), Bu Sri (Jalan Sudirman), dan Oom Djing (Jalan Pemotongan).

Mereka penyedia masakan Cina yang lumrah: bakmi, capcay (capjae), dan fuyonghai (buyonghai). Tentu ada pula nasi goreng. Dari yang saya sebut tadi, dua sudah tutup sejak tahun 80-an, yaitu Bu Sri (sebelah Apotek Intrafarm) dan Oom Pan (dekat eks-Toko Buyut). Saya tak tahu pasti penyebab tutupnya. Paling banter cuma dengar-dengar dan belum tentu benar.

Di luar nama-nama itu ada rumah makan yang termasuk mewah pada zamannya yaitu Rumah Makan Malang di Jalan Sudirman. Rumah makan ini menggunakan pintu tertutup. Sering dikunjungi keluarga yang menjamu istimewa, misalnya tamu asing.

Ada lagi yang tak awet yaitu Rumah Makan Martha. Mulanya di Jalan Johar, kemudian pindah ke Jalan Sukowati (sebelah bioskop Ria/Madya), tapi tak terlalu  ramai dan akhirnya tutup pada akhir  70-an.

Apakah Anda punya kenangan terhadap kedai-kedai itu?

Yang saya ingat dari Pin Siong adalah lotengnya dari kayu. Sering gaduh karena anak-anak pemilik hilir mudik dan  naik turun. Kotak pengisap asap kedai ini juga mengesankan saya karena besar di mata anak kecil. Inilah cooker hood pertama yang saya lihat semasa bocah. Di Pin Siong pula untuk pertama kalinya saya melihat orang minum bir. Si pemesan duduk sendirian pada suatu siang yang panas, memakai jaket blujins, dan kaca mata hitamnya dilepas. Sebagai bocah, entah kenapa, saya menyangka dia seorang penjahat.😀

Sedangkan Bu Sri, yang juga menyediakan soto ayam, selalu memasak sambil berbicara keras dengan pelanggan. Harus bersuara keras karena bersaing dengan suara knalpot di jalan depan dan suara kompor pompa. Sebagai wanita keturunan Cina, Bu Sri sering menggunakan krama inggil terhadap pelanggan keturunan Jawa.

Adapun Oom Pan, yang saya ingat adalah sosoknya yang kurus jangkung. Jendela depan kedainya selalu menjadi kotak promosi bioskop yang main hari itu. Mungkin ada kerja sama dengan bioskop Reksa dan Ria/Madya. Oom Pan, seperti halnya Oom Djing, tak banyak bicara.

Waktu saya kecil, jarang sekali ada pengamen mendatangi kedai apalagi mengganggu pengudap.

From → Nostalgia

18 Komentar
  1. Didin permalink

    Di Jalan Jenderal Sudirman juga ada restoran yang lumayan legendaris, namanya Depot Baru. Letaknya di sebelah toko Luxor yang berada di samping kantor Otobis Esto. Restoran ini juga dikenal dengan nama restoran “Nyah Gedhek” kerena pemiliknya – seorang Nyonya Cina – sering geleng-geleng saat memasak. Sekarang restoran ini pindah ke Jl. Kartini, di seberang SD Nglegok – yang disebut demikian kkarena tempatnya di bawah jalan.

    • Didin: Oh ya, Depot Baru! Bukannya sempat pindah ke Jalan Kesambi?

    • dudu ngarep “sd nglegok” mas..
      tapi “sd njeglong”🙂

    • Heru permalink

      …ya, itu tetangga saya, anaknya yg seumuran saya cewek namanya Fang Ing, adiknya Fang Lan, pernah jd adik kelas saya di Marsudirini 78….

  2. Didin permalink

    Kayaknya belum pernah ke Kesambi, Paman. Terus terang saya baru sekali makan di kedai ini – saat masih berlokasi di Jensud. Karena saat masih kecil, Bapak saya melarang – tepatnya tak pernah mengajak – saya makan di warung yang daging ayamnya tidak “dijapani” (dirapali doa sebelum disembelih) karena milik nonmuslim. Makanya saya makan ke situ setelah Bapak sudah meninggal, he-he.

  3. Didin permalink

    Oh ya, Om Djing sekarang buka di Jalan Kesambi – pas tusuk sate tikungan 90 derajat yang kalau ke kanan mengarah ke Jensud, ke kiri ke fotokopi Progo.

  4. Heru permalink

    …kalo kenangan saya, dg keluarga makan bakmi jawa nya Pak Di, (pak Kardi), bakmi nyemek, bukanya malam, depan rumah pemotongan hewan,…. jln. pemotongan….
    ….lepas SMA, sekali-kali karo konco-konco ke KANTIL,…..

  5. Kus Gendoz permalink

    Kalo bakmi jl. Progo dulu langganan keluarga kami, anaknya pemilik bakmi progo adalah teman sekelasku di SD Gendongan 2 namanya Dodo… salam hormat buat mereka sekeluarga.

  6. nugroho permalink

    ada warung makan tua yg dikelola sejak tahun 70’an. yaitu pecel madya. letaknya di belakang gedung biskop Madya dulu. dan sampe sekarang msh di sana. pecel menu andalannya langganan para pegawi2 pemda Salatiga, krn dekat.

  7. djoko prasetyo permalink

    Tahun 70 an ada lhoo lotek Mak Nin , di Jl. Sumbing belakang kota praja , langgananya malah para pemain bola nasional yg sedang di TC ngebul.
    Peng Siong adalah favorit kami sekeluarga terutama Alm Ayah
    Salam Salatiga

    • Prayit permalink

      Yo omahku cedake mak Nin

      • Djoko Prasetyo permalink

        Wah mas Prayit tinggal di jln Sumbing piro ? Keluarga kami dulu di Sumbing 880 seberang Bp Nyoto guru SMA N salatiga
        Sahabat kecil saya adalah Lukito yg saat ini buka Nasi Goreng mbak Yati di Jl Kawedanan (osa maliki)
        Salam solotigo marai kangen kampung kelahiran

  8. eko rusmadi permalink

    aq pernah tinggal di jl sumbing no 885 kl nggak salah,samping warung lothek mak NIN yng lama,aku juga ingat lukito kakaknya lukmanto teman main waktu kecil dulu

  9. Djoko Prasetyo permalink

    Mas Eko ini yang rumahnya samping Pak Nyoto Guru SMA opo yang samping rumahnya Yanto Umbel di dekat Pak Sono

  10. Djoko Prasetyo permalink

    Yang hilang dari salatiga adalah antri “duduh Iwak” di Jalan ksatriyan , membeli remukan enting enting gepuk di Watu gede , dan beli bubur sayur mak Su Ompong

  11. Hendry a permalink

    Jaman saya ngetopnya : sate suruh, bakso taman sari, karto ali, ronde mak pari,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: