Skip to content

Jackpot atawa Amusement Center di Toko Buyut

29 Mei 2012

Kata “koin” yang saya dengar pertama kali adalah pada 1972. Kata itu  terucapan teman saya saat kami masih kelas lima SD. “Apa itu?” tanya saya. Dia bilang, “Uang logam buat main jèkpot, tapi beda sama uang logam yang bisa buat jajan.”

Salatiga pada 1972, saat masih berupa satu kecamatan dengan sembilan kelurahan (ya, saya senang mengulang mantera ini), sempat memiliki tempat bermain ketangkasan yang dapat diperjudikan. Orang-orang menyebutnya “jèkpot” — tapi saya tak tahu apakah yang mereka maksudkan itu mesin berjuluk si bandit berlengan tunggal.

Nama resmi tempat itu adalah Amusement Center cap apa begitu. Saya lupa nama lengkapnya. Mungkin semacam tempat memainkan ketangkasan yang di kemudian hari disebut “dingdong” dan “mickey mouse”. Mungkin juga jenis mesinnya beragam.

Kenapa saya tak tahu karena saya sebagai anak kecil tentu saja tak boleh masuk tempat yang dijaga serdadu itu. Arena permainan itu terletak di bekas Toko Buyut di Jalan Jenderal Sudirman (Jalan Solo). Dari trotoar depan toko saya pernah melihat pintu terkuak, tampak mesin-mesin yang bising, dan koin yang menggelinding.

Kalau saya tak salah ingat, usaha itu hanya berjalan setahun. Entahlah menutup diri atau ditutup. Baru pada 1978 saya tahu bahwa usaha itu bukan milik Toko Buyut tetapi milik penyewa toko, orang dari luar kota — kalau tak salah dari Semarang. Saya tahunya dari putri keluarga Toko Buyut.

Pada 1978 itu, pemilik Toko Buyut pindah ke belakang pasar, Jalan Taman Pahlawan. Bekas toko di Jalan Solo dipakai untuk pondokan. Nah, di rumah belakang pasar itu saya melihat bekas boks neon bertuliskan Amusement Center tersandar di tembok dekat kamar mandi. Saat itu, kesan saya, banyak orang sudah lupa bahwa jèkpot atau jackpot pernah hadir di kotanya.

From → Nostalgia

6 Komentar
  1. dulu yang saya tahu namanya ding dong… wah lama sekali ya 1978. kenapa tidak boleh masuk kesana ya?

  2. Ha ha ha masih ingat saja. Ingat toko Bareta sebelah Jamu Jago ga?🙂

    • Orsuy: Ya, toko Baretta dan rumah makan padang pertama di Salatiga. Beroperasi sejak 1979🙂

      • Didin permalink

        Salah satu pendiri toko Baretta sekarang berjualan pakainan di Pasar Baru, namanya Mas Buyung. Tokonya bernama “Yung”.

      • Didin: terima kasih atas info ini. Saya menduga beliau termasuk orang Minang awal yang berbisnis di Salatiga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: