Skip to content

Pak Samad the Legend

19 November 2010

Saya temukan tulisan saya empat tahun lalu (15 November 2006) tentang beberapa tokoh Salatiga waktu saya kecil. Ada ilustrasi foto dari adik saya tentang pelacuran Sembir atau Sarirejo atau Alaska(ret). Saya pindahkan ke sini saja… Harapan saya, Anda dapat mengoreksi dan melengkapi isi artikel ini.

… DAN TOKOH LAIN DALAM MASA KECIL SAYA.

SMS dari adik saya mengingatkan saya pada satu nama yang likuran tahun tak saya dengar: Pak Samad.

Bagaimana sosoknya, saya belum pernah melihatnya. Tapi waktu kecil hingga remaja saya sering mendengar namanya disebut oleh orang-orang dewasa, biasanya dalam gurauan yang susah dipahami anak kecil.

Begitulah, selalu ada tokoh dan orang tenar dalam kehidupan kita, termasuk masa kecil kita. Untuk tokoh jagoan — bisa orang bersih, bisa juga orang dari underworld — maka anak-anak lelaki memperbincangkannya dengan kekaguman, disertai bumbu kabar angin.

Selain orang dewasa yang jago berkelahi, tokoh di mata anak-anak adalah jagoan ngebut. Mereka orang hebat. Local heroes. Apa lagi untuk kota-kota kecil.

Ada pria Cina bernama Bah Untung. Saya tak tahu apa pekerjaan tetapnya, yang pasti lelaki brewok itu sering naik brompit (sepeda kumbang) dengan setelan safari khaki Afrika, berselempang senapan. Dia seorang pemburu babi hutan.

Ada pula Oom Wim. Pria Cina ini punya sebuah pikap tua untuk mengangkut barang maupun orang dari dan ke Dadapayam, sebuah desa di timur kota. Apa spesialisasinya saya tidak tahu, tapi dia terkenal. Yang saya ingat, dia termasuk pemilik televisi pertama di kota saya, dengan antena bertiang setinggi 30 meteran, yang tampak dari kejauhan, bahkan pada malam hari karena antenanya berlampu kelap-kelip.

Ada pula seseorang yang saya anggap tokoh tapi tak saya ketahui namanya. Tampaknya dia orang Jawa. Kabarnya dia seorang dokter. Sering berkeliling kota dengan sepedanya, dia memakai setelan dril putih (pakai celana pendek), dengan kaos kaki selutut, dan topi mandor gaya Hindia-Belanda.

Ada lagi tokoh yang sangat dikagumi anak-anak. Namanya Pak Ngadiran. Dia penjual obat yang pintar berakrobat dan mungkin sulap, berumah di belakang Pasar Anyar. Tapi saya belum pernah menyaksikan pertunjukannya.

Tokoh lainnya adalah Min Kebo. Dia orang gila, hidup menggelandang. Pakaiannya terus menggembung karena ditumpuki tambalan demi tambalan yang dijahitnya sendiri. Kabarnya dia bisa berbahasa Belanda.

Begitulah. Masa lalu kita, masa bocah kita, diwarnai oleh sejumlah tokoh lokal. Baik tokoh yang hanya dikenal di RW kita maupun seisi kota bahkan tersohor sampai luar kota. Tapi anehnya kita sering tak tahu mengenal sosok mereka secara lengkap. Anda yang tumbuh di kota kecil pasti punya kenangan terhadap tokoh-tokoh lokal macam itu. Ceritakanlah…

Oh ya, lantas Pak Samad itu apa dan siapa? Konon, dialah yang merintis lokalisasi pelacuran di tengah perbukitan kebun karet, nun di utara kota. Orang bilang, dia adalah pionir Alaska (=alas karet atau hutan karet).

FROM ALASKA WITH LOVE. Boks neon penanda rumah bordil di Sembir, Sarirejo, Salatiga. Daerah ini dulunya tak berlistrik, dan terpencil. Dulu para pengunjung harus diangkut dan dikembalikan ke kota dengan taksi berupa mobil-mobil kuno buatan Amerika yang oleh seorang paman, tetangga saya, disebut sebagai “armada Borsalino &Co.” — meminjam judul sebuah film.

From → Nostalgia

14 Komentar
  1. yohard permalink

    Dulu hampir setiap pagi aku lewat jalan tembus rumah Oom Wim, mau lari pagi ke Pancasila. Oom Wim kolektor mobil tua. Kebanyakan sedan mercedes. Kalau nggak salah ingat, nenekku pernah bilang kalau Oom Wim satu dari sedikit orang yang punya tivi di salatiga.

    • Heru permalink

      …klo di jln langensuko, yg pertama punya TV adalah yg punya Toko Mas Sinar,…. (trus berubah jd Toko Sinar Mas,…)…. dulu kami & cah2 pungkursari sering nonton TV di situ, digelarke kloso,….

  2. Ada lagi, Pakdhe, jaman saya kecil (80an), ada orang gila yang saingan sama Min Kebo. Namanya Maryuni. Apa Pakdhe masih ingat?

    • yudhi kristiono permalink

      iya bener mbak neni, Maryuni seingat saya juga punya slogan loh, ”maryuni idolan’e tamansari” itu kata orang orang..

  3. tedy permalink

    aku pernah di “oyak” min Kebo pak………………………………..

    • Heru permalink

      …min kebo mangkalnya pernah di jln langensuko no. 9, omahe pak Gondho, di bawah wit pelem e,….

  4. yudhi kristiono permalink

    nama OM WIM mengingatkan aq pd masa masa kecilku saat disalatiga,ketika kami (saya&teman2) melihat mobil Om Wim melintas kamipun berteriak ”REJEKI…”lalu Ia melemparkan uang recehan kpd kami&kamipun berebut mengambilnya..
    Satu hal lg yg membuat saya kangen dgn salatiga makanan khas yg disebut dgn KEMPLANG.itu yg tdk bs saya temukan dikota lain tempat saya pergi. Luv U salatiga…

    • Heru permalink

      …..bagaimana dengan bolang-baling dan jang-gelut…?….

  5. yoga permalink

    ada lagi kuliher sederhana adanya ditengah pasar namanya jangan “tumpang mbok kori” kalau beli dibungkus sama daun jati. kelingan raaaaaaak

  6. anti permalink

    min kebooooo…. jdi inget wktu kecil kalo saya nakal ibu saya sll nakutin pake pke min kebo… heheheh

  7. Indra permalink

    wow, om Wim ternyata legendaris ya.. Saya belum lama mengenal beliau waktu berburu mobil mercedes. oom Wim dan istrinya sangat ramah terhadap tamu. sampai sekarang masih sering terlihat menyetir mobilnya berkeliling kota bersama sang istri dan tiap minggu pagi biasanya terlihat di gereja Paulus Miki🙂

  8. fariz permalink

    aku bkn org salatiga asli, jd gk tau cerita2 itu.
    heheheee…

  9. ulil permalink

    Jaman saya sd dulu ada yg namanya suroso gentong..kasihan.menggelandang.hampir tiap hari ibumenyediakan makanan untuk suroso gentong…

  10. N Timbul permalink

    saya adalah tetangga p samad…….waktu kecil sy sering nonton tv hitam putih yg populer wktu itu, se’ inget sy kira2 tahun. 78

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: