Skip to content

Sinoman 3: Lemari Berisi Catatan Piutang di Warung Mbah Blangkon

8 Januari 2009

Salah satu hal yang saya ingat dari warung Mbah Parto, tetangga sebelah kiri saya di Jalan Banyubiru, adalah lemarinya. Pintunya penuh coretan dan bekas coretan kapur. Daun pintu dan dinding lemari jati itu menjadi papan tulis pencatat piutang. Si A utang berapa, si B utang berapa.

Mungkin tak banyak jumlah orang yang berutang sehingga papan tulis darurat pun cukup. Tak perlu buku catatan semacam notes cap munyuk. Atau jangan-jangan Mbah Parto memakai kalender sebagai buku catatan, karena kalender lawas milik saya juga mengingatkan saya kepada Mbah Parto?

Tentang warung zaman dulu itu saya ingat beberapa pemasoknya. Antara lain pengendara sepeda dengan kantong goni di boncengannya, isinya botol kecap. Ada botol yang berisi, ada botol yang kosong. Si kecap cap Kuda Terbang (kalau tak salah lho) itu pabriknya di Jalan Progo. Adapun pemasok lain adalah truk kecil Djamu Djago dengan tema warna-warni pengisi pola papan catur.

Waktu itu jaringan distribusi perusahaan belum mengenal mobil boks maupun minibus “berjendela buta” (tanpa kaca) seperti sekarang. Saya tak tahu bagaimana puyer obat mumet cap Kapal Terbang dan sirop obat cacing dipasokkan ke warung.

Oh jangan-jangan sebagian besar dagangan diperoleh dengan berkulak ke pecinan? Tiba-tiba saya mencoba mengingat pernahkah Mbah Parto Kakung maupun Mbah Parto Putri berbelanja naik dokar. Sepertinya jarang. Mungkin si Jarwo, bujang mereka, yang berangkat.

Mbah Parto jarang bepergian. Tapi saya ingat, jika bepergian dia mengenakan blangkon Yogyakarta, surjan lurik, dan kain batik. Suatu hal yang seingat saya langka karena orientasi orang Salatiga bukanlah ke Yogya. Kalau bukan ke Semarang ya ke Surakarta.

From → Nostalgia

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: