Skip to content

Nama Lama dan Nama Baru Jalan

3 November 2008

Banyak kota yang kehilangan nama lama karena berganti nama baru. Misalnya nama jalan yang “sangat lokal” diganti dengan nama pahlawan.

Pengertian “sangat lokal” itu mungkin juga rancu sehingga sehingga saya mengapitnya kata dengan tanda kutip.

Berikut nama lama jalan yang saya ingat. Saya harap Anda akan menambahkannya. Kalau sudah lengkap mungkin bisa dituang ke halaman tersendiri. Oh ya soal beginian, Mas Edy Supangkat (penyusun buku sejarah Salatiga, yang bergiat di Pesta Air Salatiga) mestinya lebih paham. Kenapa dia tak diajak gabung kemari?

1. Jalan Solo » Jalan Jenderal Sudirman
2. Jalan Tuntang » Jalan Diponegoro
3. Jalan Penjara » Jalan Yos Sudarso
4. Jalan Beringin » Jalan Pattimura
5. Jalan Kantor Pos » Jalan Muhammad Yamin
6. [?] » Jalan Kartini
7. Jalan Kotapraja » Jalan Kotamadya » Jalan Sukowati
8. Jalan Kawedanan » Jalan Brigjen Sudiarto
9. Jalan Ksatrian » Jalan Ahmad Yani
10. Jalan Andong » Jalan Osa Maliki
11. Jalan Pasar Hewan » Jalan Ganefo » Jalan Veteran
12. Jalan Masjid/Mesjid » Jalan Wahid Hasyim
13. Jalan Banyubiru » Jalan Imam Bonjol
14. Jalan Ledoksari » Jalan Monginsidi
15. Jalan Caranggito » Jalan Tentara Pelajar (masukan dari Adhi)
16. ada yang mau menambahkan?🙂

From → Umum

16 Komentar
  1. Dulu saya tinggal di Jalan Beringin, yang kemudian menjadi Jalan Pattimura. Dulu alamat kami Jalan Pattimura 85c

    • antyo permalink

      Terima kasih.🙂 Jalan Pattimura 85c itu di bawah ya? Ke arah Somapura?

    • sidoel permalink

      mas iskandarnoe …..pasti mas iskandar noegroho mase ari
      ,,,

  2. Dari buku Galeria Salatiga – Eddy Supangkat, Griya Media Salatiga @Juli 2010 didapat daftar nama jalan berdasarkan Gementee pemerintah kolonial Belanda (halaman 98 dst). Daftar itu adalah sebagai berikut:

    1. Jalan Solo, sebelumnya Soloscheweg
    2. Jalan Tuntang, sebelumnya Toentangscheweg
    3. Jalan Beringin, sebelumnya Bringinscheweg
    4. Jalan Pemuda, sebelumnya Wilheminalaan
    5. Jalan Adisutjipto, sebelumnya Emalaan
    6. Jalan Caranggito, sebelumnya Prinselaan
    7. Jalan Mesjid, Wahid Hasyim, sebelumnya Julianalaan
    8. Jalan Pungkursari, sebelumnya Arcterweg
    9. Jalan Veteran, Ganefo, sebelumnya Cavalerieweg
    10. Jalan Ksatrian, Ahmad Yani, sebelumnya Kampementsweg
    11. Jalan Dr. Soemardi, sebelumnya De Witteweg
    12. Jalan Taman Pahlawah, sebelumnya Kerkhofweg
    13. Jalan Andong, Osa Maliki, Sebelumnya KweekSchoolan
    14. Jalan Kartini, sebelumnya Normal Schoolweg
    15. Jalan Kalinongko, sebelumnya Verbindingsweg
    16 Jalan Ledoksari, Monginsidi, sebelumnya Willemslaan

    • dhony permalink

      jalan pemuda dulu kalo gak salah aku baca [karangan edy supangat] di sebuah buku namanya jalan wihelmina

  3. primus permalink

    dulu saya tinggal di jl. Diponegoro no. 47, sekarang sebelah rumah saya yg lama adalah panin bank. dulu enak sekali tinggal disana, tetangga kami dosen UKSW, pak Theo (alm) entah keluarganya sekarang kemana.

  4. Jalan Kalioso Kidul, jadi Jalan Kalipengging, nomer rumahnya pun berubah. Aku tinggal di situ🙂

  5. emma permalink

    saya tinggal di jln monginsidi,tp orang tua2 mengenalnya dng ledoksari,,,eh tapi keren jaman kumpeni dulu ya,,,namanya jalan willemslaan heheheh…

    • Emma: sampai sekarang saya lebh teringat ledoksari dan leyongan drpd monginsidi🙂

  6. heru permalink

    …jalan Wahid Hasyim sering disebut Kauman,…. Blauran = Jl. Nyai Kopek….

  7. heru permalink

    …mungkin Salatiga jaman dulu banyak sungainya, karena banyak nama jalan diawali “kali” :….. Kalioso, Kalibodri, kalinyamat, kalinongko, kalicacing, kalipengging, kalitaman,…. dan X X yg lain…

    • Heru: mungkin juga banyak sungai yang dalam. Kalau sungai kecil, dari dulu ada. Pada tahun 70-an, studi kelayakan proyek walkot untuk jalan lingkar melaporkan bahwa yang bikin mahal adalah…. banyaknya jembata.🙂

  8. kitty permalink

    boleh tanya, blauran kok dirubah jadi nama jalan Nyai Kopek? sejarahnya gmn?

  9. bapak saya tahu banget sejarahnya karena beliau lahir th 1935 dan tante saya th 1930, dan mbah saya dulu sesepuh salatiga lahir disalatiga th 1901, kemudian menjadi guru, pejuang(komandan tentara) dan hakim sampai pensiun th 1955. dan sampai akhir hayat beliau dimakamkan di ngandong. dulu beliau tinggal di jetis, th 1950 pindah di diponegoro 47.

  10. Saya mencari jalan marconi. Dulu RRI itu di jalan marconi, apa jalan Abdurrahman saleh itu jalan marconi? RRI yang ada kan sekarang di jalan marconi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: