Skip to content

Gerobak Bakso Pertama di Salatiga

3 November 2008

Dulu, sampai awal 70-an, hampir semua penjaja makanan di Salatiga keliling menggunakan pikulan. Malah penjual es mambo (ada juga yang menyebutnya es apollo) maupun es liin menjajakan dagangannya  dengan menenteng satu atau dua termos. Alangkah melelahkannya.

Saat itu gerobak belum diterapkan untuk penjaja keliling. Baru pengangkut bahan bangunan yang menggunakan gerobak dorongg (kadang menjadi gerobak tarik) untuk mengantarkan pesanan. Saya sering membantu mendorong gerobak bermuatan, lalu setelah gerobak kosong saya menjadi penumpang, memperkuda si penghela bernama Lik Sum (dia senang menuliskan namanya secara terbalik “Kil Mus”), asal Wonogiri, saudaranya Pak Wakidi, juragan material bangunan di Kalinongko.

Kemudian pada 1972 muncullah sesuatu yang baru di Salatiga: bakso babat Midayani, milik orang Klaseman. Gaya berjualan dia  itu baru karena dua hal. Pertama: menggunakan gerobak. Kedua: menggunakan gunting untuk memotong babat.

Tiga tahun kemudian muncullah penerusnya, penjual bakso bergerobak. Rambutnya kribo, juga dari Klaseman –– kalau tak salah dia malah warga asli, sedangkan pendahulunya adalah orang pindahan dari Semarang.

Anak-anak sekitar Osa Maliki – Kalinongko menyebut tukang bakso kedua itu “Mas Kribo”. Adapun bakso kribo berikutnya saya tak tahu riwayat mereka.

Setelah itu makin banyak penjaja makanan yang memanfaatkan gerobak. Meskipun begitu, sampai 1978 penjaja sate madura masih berkeliling dengan pikulannya yang khas: gagang melengkung dengan giring-giring nyaring pating krincing.

Gerobak adalah temuan lama. Saya tak habis pikir mengapa adopsi teknologi gerobak butuh waktu lama. Baru 1972, seingat saya, ada gerobak bakso.

From → Nostalgia

2 Komentar
  1. heru permalink

    ….mas, dulu produsen es lilin yang ditenteng dalam thermos 1 atau 2,… itu ibunda saya produsennya,…. “marketing”nya mbok-mbok pake jarik yg keliling kota, kami menyebutnya “tenongan”,…. Dagangannya selain es lilin, yg di dalam pikulannya ( 3 atau 4 tingkat ?), isinya gorengan (tahu isi, tempe, bakwan, lompia), da juga arem2, ketan lopis, bakmi/ bihun yg dibungkus daun pisang….dll…..

  2. Totok ORX permalink

    Bakso Kribo itu masih ada, entah sejak kapan tidak keliling lagi, tapi menetap secara permanen di klasman, tidak jauh dari pertigaan pengilon, dia ada di sebelah kiri jalan. dua atau tiga tahun yg lalu saya sempat mampir, kangen bakso babat dan tahu isi baksonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: