Skip to content

Becak dan Helicak Masuk Salatiga – tapi Bajaj tidak

3 November 2008

Baru pada 1970 becak masuk Salatiga. Sebelumnya warga hanya mengenal dokar (sebagian orang menyebutnya andong padahal andong beroda empat dan berkuda dua).

Dari manakah datangnya becak? Saya tak tahu dari kota mana. Kalau melihat modelnya mungkin dari Semarang. Yang pasti naik becak merupakan pengalaman baru. Orang ingin tahu bagaimana kalau mendaki tanjakan dan bagaimana kalau meluncur di turunan. Kesimpulan saya: mengerikan juga ketika becak turun di Jalan Kantor Pos.

Setahu saya becak tak sampai ke Mrican atau ABC — apalagi Damatex. Terlalu berat naiknya ke kota atas dan terlalu cepat meluncurnya ke arah pusat kota.

Adapun helicak, itu juga sempat masuk Salatiga. Hanya ada satu. Pemiliknya orang Jangkungan (kampung dekat alun-alun). Dia membawanya dari (tentu saja) Jakarta. Tapi becak bermesin yang seperti helikopter tanpa baling-baling itu seingat saya cuma bertahan beberapa bulan. Kurang laku. Saya pun belum pernah mencobanya –– namanya juga masih bocah, pergi naik angkutan bergantung kepada orangtua.

Betulkah helicak seperti helikopter? Agak mirip. Bedanya, kokpit (atau kabin?) hanya berisi penumpang, sementara pilotnya (ya si kusir becak it) ada di luar, di belakang.

Sedangkan Bajaj setahu saya belum pernah masuk Salatiga. Kecuali (mungkin) hanya melintasinya karena dipaksa untuk mudik Lebaran dari Jakarta.

From → Nostalgia

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: